Sejarah YPB (Beserta Koperasi Batari dan YAPERTIB)

Sumber :

Ir. Solichul Hadi A. B., M. Erg

SEJARAH KOPERASI BATIK dan YAYASAN PENDIDIKAN BATIK

DI SURAKARTA

Oleh :

Solichul Hadi Achmad BAKRI

Koperasi Batik BATARI, Surakarta

Yayasan Pendidikan Batik, Surakarta

shadibakri@gmail.com

Abstrak

Berdirinya koperasi Batik BATARIdiawali dengan terbentuknya Koperasi PPBBS (Persatuan Perusahaan Batik Bumiputera Surakarta) pada tahun 1937. Didirikan oleh Saudara H. Mufti, R. Ng. Kartohastono, dan B. H. Sofwan. Koperasi tersebut berkantor di daerah Laweyan, kemudian pada tahun 1941 kantor pindah ke Mangkunjayan. Pada saat agresi Militer Jepang, koperasi berganti nama menjadi Batik Kogyo Kumisi. Lembaga ini merupakan gabungan dari koperasi-koperasi Bumi Putera Indonesia, Tionghwa/Cina dan Arab, dipimpin oleh Saudara Prijorahardjo, Tjia Siok Bok dan Abdullah Wahab Sjahbal.Pada tahun 1948, oleh kesadaran pentingnya persatuan, para pimpinan koperasi tersebut bersama-sama mendirikan satu koperasi batik dalam satu daerah kerja Surakarta, pada tanggal 1 Januari1948 berdirilah Koperasi Batik BATARI singkatan dari Batik Timur Asli Republik Indonesia.

Pada tanggal 17 Juni 1957 dari upaya penyisihan kekayaan pribadi para pengurus BATARI dan beberapa anggota Koperasi BATARI yang dialokasikan sebagai modal awal pendirian Yayasan Pendidikan Batari (YPB) dengan Akte Notaris R. Soegondo Notodisoerjo, Nomer-27. Saat ini sudah terdapat dua Sekolah Menengah Pertama (SMP-Batik), dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK-Batik), dua Sekolah Menengah Atas (SMA-Batik).

Seiring tuntutan pelayanan di bidang pendidikan, pada tanggal 30 Juli 1983 didirikan Universitas Islam Kyai Mojo (UIM) di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Kyai Mojo (YAPERTIM). Kelahiran UIM ini merupakan hasil penggabungan antara Akademi Akuntansi dan Managemen Batik Surakarta (AAM) dengan Universitas Islam Surakarta (UNIS). Saat ini lembaga pendidikan tinggi ini berubah menjadi Universitas Islam Batik (UNIBA), Surakarta. Dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (YAPERTIB) Surakarta. Memiliki tiga fakultas dan delapan program studi strata-1 juga strata-2.

Uraian sejarah singkat, upaya gerakan social entrepreneurship sebuah koperasi batik di kota Surakarta yang mampu bertahan dan memiliki sejarah panjang, juga kiprahnya di bidang pelayanan jasa pendidikan, tentunya menarik untuk diamati dan dicermati.

Kata Kunci : BATARI, pejuang, social entrepreneurship,Yayasan Pendidikan Batik.

  1. Pendahuluan

Sejarah koperasi Batik di Surakarta dimulai sejak tahun 1937. Semula koperasi itu bernama P.P.B.B.S. (Persatuan Perusahaan Batik Bumiputera Surakarta). Para pelopor dan pendirinya antara lain: Haji Mufti, R. Ng. Kartohastono, dan B. H. Sofwan. Koperasi tersebut berkantor di daerah Laweyan, kemudian pada tahun 1941 kantor pindah ke Mangkunjayan. Pada saat agresi Militer Jepang, Koperasi berganti nama menjadi Batik Kogyo Kumisi. Ini merupakan gabungan dari koperasi-koperasi Bumi Putera Indonesia, Tionghwa/Cina dan Arab, dipimpin oleh Prijorahardjo, Tjia Siok Bok dan Abdullah Wahab Sjahbal.

Masa-masa setelah pendudukan, BATARI melanjutkan gerak dan kegiatannya menuju cita-cita koperasi batik; mencukupi kebutuhan bahan pokok para anggotanya. Sungguhpun kita sudah memiliki gabungan GKBI dan BTC-nya, dimana BATARI memperoleh pasokan mori, namun tidaklah luput dari kesulitan-kesulitan, karena pada waktu itu pertarungan modal asing melalui importir-importir Aktentas. Persaingan tersebut terasa amatlah berat bagi BATARI dan pada saat datangnya barang-barang BATARI, mereka menjual murah barang-barang mereka dengan teknik dumping, sehingga BATARI pun terpaksa menjual rugi barang-barangnya yang baru datang tersebut. Pengusaha menjadi terombang-ambing nasibnya, dikarenakan tidak menentunya harga barang-barang kebutuhan. Pada tahun 1951 BATARI terpaksa menanggung rugi yang tidak sedikit, dan untuk mengatasi masalah itu, hampir-hampir BATARI harus mengurangi separuh (50%) jumlah pegawainya.

BATARI melalui GKBI memperjuangkan apa yang telah lama dicita-citakan koperasi batik semenjak P.P.P.B.S. ialah : pengadaan bahan-bahan penting bagi pembatikan harus ditangan pembatik sendiri, ide ini diterima oleh GKBI untuk diperjuangkan kepada pemerintah, dan dimulailah kampanye Pool Cambrics yang bertujuan agar GKBI berperan sebagai pengimport dan distributorkain grey/blacu juga mori untuk pembatikan berada di satu tangan saja, ini untuk menghindari permainan/saingan kaum spekulan.

Ide dan konsep tersebut dapat dimengerti dan disetujui oleh pemerintah, maka pada tahun 1952, menteri perekonomian dalam kabinet Wilopo (Mr. Sumanang) menginstruksikan penyelenggaraan Pool Cambrics, dengan didirikannya Yayasan Persediaan Bahan Perindustrian untuk menjadi importir cambrics, dan GKBI selaku distributor tunggalnya.

Mulai tahun 1959/1960 GKBI dipercayakan pula mengimpor dan mendistribusikan bahan cat pewarna batik. Dengan perlindungan dari pemerintah dan pemberian hak tunggal tersebut, dirasa sangat menguntungkan BATARI, juga koperasi dan pengusaha batik yang tergabung dalam GKBI.

Kegagalan kudeta inilah yangmenjadi penyebab bergesernya sejarah Republik Indonesia, dari era pemerintahan Orde Lama yang sangat terpengaruh oleh faham Nasakom ke era pemerintahan Orde Baru yang berorientasi pada Pancasila.

Pada era Orde Lama, Koperasi BATARI pun harus melakukan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh Pemerintah Nasakom.  Begitupun setelah pemerintah Orde Lama jatuh, koperasi BATARI dan koperasi yang lain pun harus melakukan perubahan tata kelola sesuai dengan yang ditetapkan oleh rezim pemerintah penggantinya.

Dan sempat beredar pendapat, bahwa jika suatu waktu seni dan budaya batik sudah menjadi punah dan lenyap dari bumi Indonesia, proses printing-lah yang menjadi algojonya.

Kiprah Koperasi Batik BATARI di bidang pendidikan, dimulai sejak tahun 1957, dengan berdirinya Jajasan Pendidikan BATARI, pada tanggal 17 Juni 1957. Yayasan ini merupakan hasil penyisihan kekayaan pribadi para pengurus dan beberapa anggotanya yang dialokasikan sebagai modal awal, dengan Akte Notaris R. Soegondo Notodisoerjo, Nomer-27. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yayasan, pada tanggal 1 Agustus 1962 pengurus mendirikan Jajasan Pendidikan Batik (J.P.B.) berdasarkan Akta Nomor 3 tanggal 1 Agustus 1962 yang dibuat oleh Notaris R. Soegondo Notodisoerjo.

Yayasan yang dibentuk ini mengalami beberapa perubahan nama, pada tanggal 12 Mei 1980 yayasan berubah nama sesuai akta nomor: 2 oleh Notaris Hari Poerwanto  menjadi Yayasan Pendidikan Batik (Y.P.B.) di Surakarta.

Pada pelayanan di bidang pendidikan tinggi, dibentuk lembaga dengan nama Yayasan Perguruan Tinggi Islam Kyai Mojo (Yapertim), sesuai dengan Akta nomor: 191 tanggal 25 bulan Juli tahun 1983 yang dibuat oleh Notaris B.R.Ay. Mahyastoeti Notonagoro, S.H,  kemudian pada tanggal 20 November 1986 mengalami perubahan nama yayasan lagi sesuai dengan Akta nomor: 120 tanggal 20, bulan Nopember tahun 1986 yang dibuat oleh Notaris B.R.Ay. Mahyastoeti Notonagoro, S.H. dengan nama Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta (Yepertib).

Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta (Yepertib), mendirikan Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA) yang merupakan perubahan dari Universitas Islam Kyai Mojo (UIM) di bawah naungan yang dulunya Yayasan Perguruan Tinggi Islam Kyai Mojo (YAPERTIM). Kelahiran UIM ini merupakan hasil penggabungan antara Akademi Akuntansi dan Managemen Batik Surakarta (AAM) dengan Universitas Islam Surakarta (UNIS). Saat ini lembaga pendidikan tinggi ini berubah menjadi Universitas Islam Batik (UNIBA), Surakarta. Dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (YAPERTIB) Surakarta. Memiliki tiga fakultas dan delapan program studi strata-1, juga strata-2.

Berkat usaha keras dan semangat yang tiada henti demi kelangsungan perkembangan pendidikan generasi penerus, serta didasari oleh niat yang tulus, maka dimulai pada tanggal  1 Agustus 1957, berdiri Sekolah Menengah Pertama (SMP) Batik, pada tanggal 1 Oktober 1957 berdiri SMA Batik-1. Pada tanggal 6 Mei 1968 pengurus YPB dapat mendirikan SMK Batik 1 Surakarta, kemudian pada pada tanggal  7 Juli 1989 dapat mengembangkan SMK menjadi 2 yaitu SMK Batik 2 Surakarta, kemudian pada tanggal 2 Mei 1990 pengurus dapat mengembangkan lagi dengan berdirinya SMA Batik 2 sehingga Yayasan Pendidikan Batik memiliki 1 SMP, 2 SMK dan 2 SMA semua bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Batik, untuk mengikuti perkembangan dunia pendidikan maka pengurus yayasan pada tanggal 29 September tahun 2015 mendirikan SMP Batik Surakarta Program Khusus (PK) Surakarta.

Dengan kredo: Guyub-Rukun-Manunggal, pengurus yayasan pada saat ini terus berusaha mengembangkan diri, baik bidang sarana-prasarana maupun tenaga kependidikan (SDM), berbagai usaha dan ikhtiar tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah dalam mengembangkan institusi pendidikan ini. Berbagai pembangunan telah dicapai baik secara fisik maupun non fisik yang meliputi, pembangunan terhadap fasilitas pembelajaran dan pembenahan dalam bidang mutu pendidikan yang terus berjalan hingga kini untuk mengikuti perkembangan zaman dengan tetap memegang prinsip-prinsip pendirinya, dengan pilar-pilar pendidikan agama sebagai alasan berdirinya Yayasan ini terus dan tetap dipertahankan.

Perlu juga diketahui, bahwa perkembangan yayasan ini juga tidak lepas dari peranan seluruh elemen baik dari karyawan maupun struktur kependidikan yang turut menyumbangkan tenaga, pikiran dan keuangan mereka demi keberhasilan yayasan ini. Mereka memang tidak tampil di garis depan, namun perjuangan dan dorongan mereka telah mengantarkan tokoh-tokoh utama pendiri yayasan ini mampu mengemban amanat suci di bidang pendidikan ini.

Keberhasilan Yayasan ini telah terbukti dengan berbagai ukiran prestasi sejak lahirnya hingga kini. Mulai dari kualitas lulusan (alumni) Yayasan ini yang kini telah menduduki berbagai posisi penting di negeri ini baik sebagai guru besar di perguruan tinggi, pejabat publik, pemimpin organisasi penting, profesional, pengusaha, ulama dan pendidik hingga prestasi siswa-siswi dan guru-gurunya baik di tingkat kota, propinsi dan nasional. Apresiasi yang besar terhadap keberhasilan Yayasan ini juga ditunjukkan dengan berbagai kunjungan delegasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Koperasi BATARI merupakan salah satu Koperasi Batik Primer yang menampung para pengusaha batik di Surakarta dan sekitarnya. Sejak berdirinya, dengan segera Koperasi BATARI mulai beraktifitas untuk memenuhi kebutuhan anggota untuk meningkatkan produktivitas usaha batik dan mencapai kemajuan industri batik di Eks-Karesidenan Surakarta. Koperasi BATARI sebagai organisasi koperasi juga berusaha memenuhi amanat organisasi di bidang usaha dalam mensejahterakan anggotanya juga sebagai alat perjuangan sepanjang masa. Untuk bidang sosial, Koperasi BATARI memiliki agenda tersendiri dalam usaha mensejahterakan anggotanya dan masyarakat luas. Tugas pokok di bidang sosial adalah, koperasi dapat bermanfaat bagi masyarakat umum, khususnya mereka yang berekonomi lemah.  Untuk itulah tidaklah berlebihan, apabila usaha social-entrepreunership Koperasi BATARI, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.

Keberhasilan Koperasi BATARI yang merupakan tonggak awal berdirinya Yayasan Pendidikan Batik dan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik, yang merupakan kepedulian dari anggota koperasi dengan harapan melahirkan bibit dan kader koperasi yang berkependidikan, yang akan berguna bagi perkembangan dan kemajuan koperasi di kemudian hari. Oleh karena itu pada sekolah-sekolah di bawah YPB dan di Perguruan Tinggi khususnya UNIBA, selain diberikan pelajaran sebagaimana umumnya pelajaran SMP dan SMA, serta mata kuliah di Perguruan Tinggi pada umumnya, juga diajarkan mata pelajaran koperasi dan pengetahuan batik, serta pengetahuan dagang dan socialentrepreneurship.

…maju usaha Koperasi Batik BATARI, …maju UMKM di Indonesia…